IPA Kls 9# Homeostasis
Kanal YouTube ini menyajikan konsep mekanisme keseimbangan internal tubuh manusia dalam menjaga kondisi konstan secara sistematis bagi siswa IPA Kelas 9 SMP/MTs. Melalui ilustrasi visual yang interaktif dan peragaan umpan balik organ-organ tubuh, konten ini membantu siswa memvisualisasikan bagaimana tubuh merespons perubahan suhu, kadar air, dan gula darah secara konstan. Pembelajaran berbasis video ini hadir sebagai sarana belajar mandiri yang efektif untuk memperkuat pemahaman fisiologi biologi serta menumbuhkan kesadaran siswa dalam menjaga pola hidup sehat. Kanal YouTube ini menyajikan konsep mekanisme keseimbangan internal tubuh manusia dalam menjaga kondisi konstan secara sistematis bagi siswa IPA Kelas 9 SMP/MTs. Melalui ilustrasi visual yang interaktif dan peragaan umpan balik organ-organ tubuh, konten ini membantu siswa memvisualisasikan bagaimana tubuh merespons perubahan suhu, kadar air, dan gula darah secara konstan. Pembelajaran berbasis video ini hadir sebagai sarana belajar mandiri yang efektif untuk memperkuat pemahaman fisiologi biologi serta menumbuhkan kesadaran siswa dalam menjaga pola hidup sehat.
MTSN 1 KOTA MALANG
IPA Kls 8# Sistem Peredarah Darah Manusia
Kanal YouTube ini menyajikan penjelas mekanis kerja jantung, pembuluh darah, dan komponen darah dalam sistem sirkulasi tubuh secara visual untuk siswa IPA Kelas 8 SMP/MTs. Melalui animasi interaktif dan peragaan alur peredaran darah besar maupun kecil, konten ini membantu siswa memvisualisasikan proses transportasi oksigen dan nutrisi yang abstrak menjadi mudah dipahami. Pembelajaran berbasis video ini hadir sebagai sarana belajar mandiri yang efektif untuk memperkuat pemahaman biologi serta meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan organ kardiovaskular.
MTSN 1 KOTA MALANG
Ular Tangga Jaringan Internet, Spreadsheet & Keamanan Siber (Informatika Kelas 7)
Menjadi Cyber Explorer tangguh di dunia maya! Pelajari koneksi LAN, Wi-Fi, struktur URL, rumus spreadsheet (Excel/Sheets), hingga jurus aman menangkal phishing dan menjaga jejak digital lewat tantangan Ular Tangga 3D bersuasana Cyber Network.
SMPN 1 KALIWUNGU
Portal Triples : Akademi Cahaya
PORTAL TRIPLES: Akademi Cahaya adalah game edukasi matematika berbasis puzzle shooter yang mengajak pemain menjelajahi empat dunia melalui 16 misi menantang. Terinspirasi mekanika Portal, pemain memasang portal, mengarahkan sinar energi, dan memecahkan teka-teki menggunakan tripel Pythagoras, trigonometri, koordinat, serta operasi sudut. Ilustrasi fantasi sinematik, persamaan LaTeX, dan laboratorium tripel interaktif menghadirkan pengalaman belajar matematika yang imersif. Dilengkapi progres otomatis, game HTML mandiri ini dapat dimainkan kapan saja secara offline di komputer maupun ponsel.
SMP Nasima Semarang
NEW Game Edukasi "Kehidupan-Purba-Simulator" (IPS Kelas 9) Kode 9.1.4.
🎮 Inovasi Pembelajaran: Game Edukasi Kehidupan Purba Simulator (IPS Kelas 9) Oleh: Ridwan, M.Pd. (Anggota IGI - NTA: 201802010000078) Instansi: SMP Negeri 3 Ciawi 🏛️ Deskripsi "Jadilah Pemimpin Suku dalam Perjalanan Evolusi Peradaban Nusantara!" Apakah kalian pernah membayangkan bagaimana rasanya bertahan hidup di zaman ribuan tahun yang lalu? Di dalam game Kehidupan Purba Simulator, kalian tidak hanya belajar sejarah—kalian mengalami sejarah tersebut secara langsung. 📜 Ringkasan Konsep Game ini adalah simulasi strategi berbasis giliran (turn-based strategy) yang membawa kalian kembali ke masa lalu, tepatnya pada babak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Kalian akan berperan sebagai kepala suku yang harus membimbing kaumnya melewati empat fase perkembangan zaman yang krusial: 1. Paleolitikum: Masa Berburu dan Meramu Sederhana. 2. Mesolitikum: Masa Meramu Tingkat Lanjut. 3. Neolitikum: Revolusi Bercocok Tanam. 4. Perundagian: Zaman Logam yang penuh dengan teknologi dan pembagian kerja. 🎮 Mengapa Game Ini Berbeda? • Belajar Sambil Bermain: Kalian tidak menghafal teori, tetapi mengaplikasikannya. Keputusan untuk fokus mencari makanan, membuat alat dari batu, atau membangun tempat tinggal akan menentukan apakah suku kalian bisa bertahan melewati kerasnya alam purba. • Pengambilan Keputusan Strategis: Alam selalu berubah. Kalian akan menghadapi Event Acak seperti perubahan cuaca, bencana alam, atau penemuan teknologi baru. Setiap pilihan memiliki konsekuensi! • Multiplayer Kompetitif: Bermainlah bersama teman-temanmu (1–4 pemain). Siapa yang paling cerdas mengelola sumber daya dan paling cepat membawa sukunya ke Zaman Logam akan dinobatkan sebagai Juara Peradaban. • Berbasis Kurikulum Merdeka: Seluruh mekanisme permainan disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) IPS Kelas 9, memastikan bahwa keseruan bermain tetap selaras dengan target akademik kalian. 🎯 Tujuan Utama Tugas utama kalian adalah menyeimbangkan empat pilar sumber daya: • 🍖 Makanan: Menjamin kelangsungan hidup anggota suku. • ⚒️ Alat: Meningkatkan efisiensi kerja (dari kapak batu hingga nekara logam). • 🏠Tempat Tinggal: Memberikan keamanan dari gangguan lingkungan. • 📚 Pengetahuan: Kunci utama untuk naik ke zaman yang lebih maju. "Sejarah bukan sekadar angka dan tahun, melainkan kisah tentang bagaimana manusia beradaptasi, berinovasi, dan terus bertahan hidup. Selamat memimpin suku kalian menuju kemajuan!" Siap untuk memimpin? Pilih jumlah pemain, susun strategi terbaikmu, dan buktikan bahwa suku kalian adalah yang paling tangguh di Nusantara purba!
Pembelajaran Inklusif dalam menggunakan strategi Pemvelajaran Evidence Information dengan bantuan Teknologi Asistif pada mapel IPA dengan materi "Gerak"
DESKRIPSI VIDEO PRAKTIK BAIK LESSON STUDY “Mewujudkan Pembelajaran IPA yang Inklusif melalui Strategi Evidence-Informed dengan Dukungan Teknologi Asistif pada Materi Gerak” Video ini mendokumentasikan pelaksanaan praktik baik Lesson Study dalam mewujudkan pembelajaran inklusif pada mata pelajaran IPA kelas VII dengan materi "Gerak" melalui penerapan strategi (Evidence-Informed Learning) yang didukung pemanfaatan teknologi asistif. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keberagaman karakteristik, kemampuan, potensi, dan kebutuhan belajar murid di dalam kelas. Kondisi tersebut mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap murid mendapatkan kesempatan yang adil untuk berpartisipasi, berinteraksi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pelaksanaan praktik baik ini menggunakan pendekatan "Lesson Study" yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu: 1. Plan (Perencanaan) Guru melakukan identifikasi kebutuhan dan karakteristik belajar murid berdasarkan hasil pengamatan serta bukti-bukti pembelajaran. Bersama rekan sejawat, guru merancang pembelajaran inklusif dengan menentukan tujuan pembelajaran, strategi, media, teknologi asistif, serta bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan murid. Pada tahap ini, guru juga mempersiapkan berbagai alternatif aktivitas dan asesmen agar seluruh murid dapat terlibat dalam pembelajaran. 2. Do (Pelaksanaan) Guru melaksanakan pembelajaran IPA materi Gerak dengan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Murid diajak memahami konsep gerak, titik acuan, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan melalui contoh konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Strategi *Evidence-Informed* diterapkan dengan menggunakan informasi dari hasil pengamatan, respons, keterlibatan, dan perkembangan murid sebagai dasar dalam menentukan tindakan pembelajaran. Guru memberikan penjelasan melalui berbagai representasi, seperti verbal, visual, demonstrasi, dan aktivitas praktik. Teknologi asistif dimanfaatkan untuk membantu murid mengakses materi, memahami instruksi, mengikuti kegiatan, serta mengekspresikan pemahamannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan dukungan tersebut, murid memperoleh kesempatan untuk belajar secara lebih mandiri dan aktif. Pada tahap ini, rekan sejawat bertindak sebagai observer dengan mengamati aktivitas, keterlibatan, respons, dan hambatan belajar murid, bukan sekadar menilai kinerja guru. 3. Check/See (Refleksi dan Evaluasi) Guru bersama observer melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran berdasarkan bukti hasil pengamatan. Diskusi difokuskan pada hal-hal yang sudah berjalan baik, respons murid, efektivitas strategi pembelajaran, pemanfaatan teknologi asistif, serta hambatan yang masih ditemukan. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki dan menyempurnakan rancangan pembelajaran berikutnya agar semakin responsif terhadap kebutuhan seluruh murid. Melalui praktik baik Lesson Study ini, diharapkan tumbuh budaya kolaborasi dan refleksi antarguru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengenali kebutuhan murid, menyediakan dukungan yang tepat, dan menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman. Praktik baik ini menegaskan bahwa pembelajaran inklusif bukan sekadar memberikan perlakuan yang sama kepada semua murid, melainkan memberikan dukungan yang sesuai agar setiap murid memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya. "Setiap murid memiliki cara belajar, kemampuan, dan potensi yang berbeda. Tugas kita sebagai guru bukan menyeragamkan mereka, tetapi menghadirkan pembelajaran yang mampu merangkul keberagaman. Melalui Lesson Study, pembelajaran berbasis bukti, kolaborasi, dan dukungan teknologi asistif, kita belajar untuk terus memperbaiki diri demi memastikan tidak ada satu pun murid yang tertinggal. Berbeda kebutuhan, satu kesempatan. Beragam cara belajar, satu tujuan: semua murid dapat belajar dan berkembang."
SMPN 1 PELING TENGAH
INOVASI LITERASI BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENULIS BERBASIS MODAL BERGULIR
1. Latar Belakang Masalah * Penurunan Skor Literasi: Berdasarkan data rapor pendidikan, skor literasi sekolah sempat mengalami penurunan (tercatat turun 3,33% dari tahun sebelumnya), yang menjadi alarm penting untuk segera melakukan perbaikan pembelajaran literasi. * Potensi Siswa yang Belum Terfasilitasi: Siswa sebenarnya memiliki imajinasi dan minat menulis yang sangat tinggi. Namun, pembelajaran konvensional membuat aktivitas menulis hanya berhenti di meja guru—dinilai, diberi angka, lalu disimpan di dalam map arsip tanpa keberlanjutan. * Tantangan Ekosistem: Menulis kerap dianggap sebagai kewajiban mengejar nilai rapor semata, bukan sebagai sebuah proses kreatif yang utuh dan berdampak luas bagi masyarakat. 2. Dampak Praktik Baik * Peningkatan Skor Literasi Sekolah: Pendekatan berbasis proyek penulisan buku terbukti efektif mendongkrak skor rapor pendidikan sekolah hingga mencapai 93,33% pada tahun 2025. * Transformasi Budaya Literasi & Lahirnya Penulis Cilik: Siswa berhasil mentransformasikan draf tulisan mereka menjadi buku ber-ISBN/QRCBN yang nyata dan beredar di masyarakat (seperti antologi cerpen dan komik anak). * Sistem Keuangan Mandiri (Modal Bergulir): Keuntungan penjualan buku diputar kembali sebagai modal untuk penerbitan edisi/angkatan berikutnya, sementara sisa keuntungannya diberikan kepada siswa sebagai bentuk apresiasi tanpa membebani finansial sekolah. * Efek Domino (Menularkan Semangat Guru Lain): Keberhasilan program ini menginspirasi rekan sejawat sesama guru untuk ikut aktif membimbing siswa menulis serta termotivasi menerbitkan karya buku mandiri.
SDIT AR-RIDHO
Burung Pintar. Terbang Dengan Logika.
Burung Pintar: Skyward Math Academy adalah gim edukasi matematika interaktif yang menggabungkan petualangan ketapel dengan latihan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP. Pemain meluncurkan burung menuju awan jawaban yang tepat untuk menyelesaikan tantangan matematika. Menghadirkan 300 soal dalam 10 paket, gim ini mencakup bilangan, aljabar, geometri, serta data dan peluang. Dilengkapi mode latihan CBT, pembahasan bertahap, notasi matematika LaTeX, dan ilustrasi sinematik bergaya Studio Ghibli, Burung Pintar menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang, dan bermakna.
SMP Nasima Semarang
BABERQUE Ciptakan Pembelajaran Matematika Mudah, Asyik, Menyenangkan dan Berkarakter
Berdasarkan hasil penilaian harian tersebut dan hasil observasi yang telah dilakukan, rendahnya hasil belajar Matematika peserta didik tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih bersifat teacher centered. Pembelajaran didominasi oleh metode ceramah, kurang melibatkan peserta didik, dan kurang merespon kebutuhan belajar, sehingga dalam pembelajaran peserta didik masih sering berbicara sendiri saat guru sedang menerangkan. Motivasi belajar peserta didik tergolong sangat kurang, terlihat pasif, kurang berani untuk tampil di depan teman-temannya, dan tidak pernah mau bertanya atau mengajukan pendapat ketika proses pembelajaran berlangsung. Hasil dari evaluasi dan refleksi terhadap strategi “BABERQUE” dalam pembelajaran matematika, peserta didik merasa proses pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, mendapatkan pengalaman belajar yang nyata, menambah pengetahuan tentang teknologi yang bisa diterapkan dalam pembelajaran, dan peserta didik bisa berdiskusi dengan mendengarkan, menghargai, dan mengambil kesimpulan sesuai dengan kesepakatan bersama. Peserta didik juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Mereka merasa lebih dilibatkan dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.
SMA Bakti Mulya 400 Jakarta
TRANSFORMASI RE
SINOPSIS BUKU TRANSFORMASI REPRESENTASI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang sering dianggap sulit oleh peserta didik karena identik dengan rumus dan perhitungan matematis. Padahal, memahami fisika tidak cukup hanya dengan menghafal rumus atau menyelesaikan soal secara matematis, tetapi membutuhkan pemahaman mendalam terhadap konsep dan fenomena fisis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Buku **Transformasi Representasi dalam Pembelajaran Fisika** mengangkat pentingnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menginterpretasikan, dan mengubah suatu konsep fisika ke dalam berbagai bentuk representasi. Pembahasan utama buku ini menekankan pendekatan multirepresentasi, yaitu penyajian suatu konsep melalui berbagai bentuk, seperti verbal, gambar atau sketsa, diagram, grafik, dan persamaan matematis. Melalui pendekatan tersebut, pembaca diajak memahami bahwa setiap bentuk representasi memiliki fungsi dan keunggulan tersendiri dalam membantu proses berpikir dan pemecahan masalah. Representasi verbal membantu menjelaskan fenomena melalui kata-kata, gambar dan diagram memperjelas situasi atau proses, grafik menunjukkan hubungan antarbesaran, sedangkan representasi matematis membantu menyelesaikan persoalan kuantitatif. Buku ini juga menguraikan bagaimana kemampuan seseorang dalam mentransformasikan satu bentuk representasi ke bentuk lainnya menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman konsep fisika. Pembahasan diperkuat dengan kajian terhadap konsep kinematika gerak lurus, Hukum II Newton, Hukum III Newton, dan gerak jatuh bebas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam mengubah representasi masih bervariasi. Ada yang mampu menjelaskan grafik secara verbal, menggambarkan fenomena dalam bentuk diagram, maupun menyatakannya melalui persamaan matematis, tetapi ada pula yang masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan berbagai bentuk representasi tersebut. Pesan penting yang dapat dipetik dari buku ini adalah bahwa pembelajaran fisika hendaknya tidak hanya berorientasi pada penguasaan rumus dan penyelesaian soal, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, bernalar, memvisualisasikan, dan mengomunikasikan konsep melalui berbagai cara. Dengan demikian, buku ini menjadi bahan bacaan yang bermanfaat bagi pendidik, mahasiswa, calon guru, dan pemerhati pendidikan sains dalam mengembangkan pembelajaran fisika yang lebih bermakna. Penggunaan pendekatan multirepresentasi diharapkan mampu menjembatani konsep abstrak menjadi lebih konkret, meningkatkan pemahaman, serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Pada akhirnya, memahami fisika bukan sekadar mampu menghitung dengan rumus, melainkan mampu membaca fenomena, menggambarkan peristiwa, menjelaskan makna, dan menghubungkan berbagai representasi untuk menemukan pemahaman yang utuh.
SMPN 1 PELING TENGAH
SCROLL: Dari Distraksi Layar Menuju Transformasi Pembelajaran Matematika
Ketika 20 Menit Menjadi Batas Konsentrasi di Kelas Matematika "Pak, matematika memang harus sesulit ini?". Pertanyaan itu terlontar pelan dari bangku paling belakang. Saya menghentikan sejenak penjelasan tentang fungsi kuadrat. Di saat yang sama, beberapa layar gawai menyala hampir bersamaan. Ada yang sekadar melihat notifikasi, ada yang tanpa sadar menggulir media sosial, sementara sebagian lainnya masih berusaha mengikuti penjelasan saya dengan tatapan yang mulai kehilangan fokus. Pemandangan tersebut bukan hanya terjadi sekali, tetapi hampir setiap pertemuan saya menemukan pola yang sama. Dua puluh menit pertama pembelajaran berjalan cukup baik. Siswa memperhatikan, mencatat, bahkan beberapa di antaranya aktif menjawab pertanyaan. Namun, memasuki menit berikutnya, konsentrasi mulai memudar. Percakapan kecil terdengar dari sudut kelas, tatapan mulai mengarah ke layar gawai, dan materi yang saya jelaskan perlahan kehilangan daya tariknya. Perubahan yang saya rasakan jauh melampaui peningkatan antusiasme. Saya mulai melihat perubahan pola pikir peserta didik terhadap matematika. Mereka tidak lagi cepat menyerah ketika menemui soal yang sulit. Sebaliknya, mereka lebih berani mencoba, berdiskusi, dan mencari alternatif penyelesaian. Kesalahan tidak lagi dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses belajar.
SMA Bakti Mulya 400 Jakarta
BABERQUE Ciptakan Pembelajaran Matematika Mudah, Asyik, Menyenangkan dan Berkarakter
Berdasarkan hasil penilaian harian tersebut dan hasil observasi yang telah dilakukan, rendahnya hasil belajar Matematika peserta didik tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih bersifat teacher centered. Pembelajaran didominasi oleh metode ceramah, kurang melibatkan peserta didik, dan kurang merespon kebutuhan belajar, sehingga dalam pembelajaran peserta didik masih sering berbicara sendiri saat guru sedang menerangkan. Motivasi belajar peserta didik tergolong sangat kurang, terlihat pasif, kurang berani untuk tampil di depan teman-temannya, dan tidak pernah mau bertanya atau mengajukan pendapat ketika proses pembelajaran berlangsung. Hasilnya dari kelas yang diajarkan dengan menggunakan strategi “BABERQUE” terdapat perubahan nilai dan karakter yang baik dibandingkan dengan kelas yang diajarkan dengan cara konvensional. Mendiferensiasi kebutuhan peserta didik terkait dengan pembelajaran dapat memerdekakan mereka dalam memahami dan menyelesaiakan permasalahan yang ada dengan baik, karena sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, dan gaya belajar peserta didik.
SMA Bakti Mulya 400 Jakarta