Kembali ke Galeri

Pembelajaran Inklusif dalam menggunakan strategi Pemvelajaran Evidence Information dengan bantuan Teknologi Asistif pada mapel IPA dengan materi "Gerak"

Video Praktik Baik
ASMIATY NOVITRI

SMPN 1 PELING TENGAH

4

Dilihat

0

0 Ulasan

Pratinjau Praktik Baik

Sinopsis & Deskripsi

DESKRIPSI VIDEO PRAKTIK BAIK LESSON STUDY

“Mewujudkan Pembelajaran IPA yang Inklusif melalui Strategi Evidence-Informed dengan Dukungan Teknologi Asistif pada Materi Gerak”

Video ini mendokumentasikan pelaksanaan praktik baik Lesson Study dalam mewujudkan pembelajaran inklusif pada mata pelajaran IPA kelas VII dengan materi "Gerak" melalui penerapan strategi (Evidence-Informed Learning) yang didukung pemanfaatan teknologi asistif.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keberagaman karakteristik, kemampuan, potensi, dan kebutuhan belajar murid di dalam kelas. Kondisi tersebut mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap murid mendapatkan kesempatan yang adil untuk berpartisipasi, berinteraksi, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pelaksanaan praktik baik ini menggunakan pendekatan "Lesson Study" yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu:

1. Plan (Perencanaan)

Guru melakukan identifikasi kebutuhan dan karakteristik belajar murid berdasarkan hasil pengamatan serta bukti-bukti pembelajaran. Bersama rekan sejawat, guru merancang pembelajaran inklusif dengan menentukan tujuan pembelajaran, strategi, media, teknologi asistif, serta bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan murid. Pada tahap ini, guru juga mempersiapkan berbagai alternatif aktivitas dan asesmen agar seluruh murid dapat terlibat dalam pembelajaran.

2. Do (Pelaksanaan)

Guru melaksanakan pembelajaran IPA materi Gerak dengan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Murid diajak memahami konsep gerak, titik acuan, jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan melalui contoh konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Strategi *Evidence-Informed* diterapkan dengan menggunakan informasi dari hasil pengamatan, respons, keterlibatan, dan perkembangan murid sebagai dasar dalam menentukan tindakan pembelajaran. Guru memberikan penjelasan melalui berbagai representasi, seperti verbal, visual, demonstrasi, dan aktivitas praktik.

Teknologi asistif dimanfaatkan untuk membantu murid mengakses materi, memahami instruksi, mengikuti kegiatan, serta mengekspresikan pemahamannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan dukungan tersebut, murid memperoleh kesempatan untuk belajar secara lebih mandiri dan aktif.

Pada tahap ini, rekan sejawat bertindak sebagai observer dengan mengamati aktivitas, keterlibatan, respons, dan hambatan belajar murid, bukan sekadar menilai kinerja guru.

3. Check/See (Refleksi dan Evaluasi)

Guru bersama observer melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran berdasarkan bukti hasil pengamatan. Diskusi difokuskan pada hal-hal yang sudah berjalan baik, respons murid, efektivitas strategi pembelajaran, pemanfaatan teknologi asistif, serta hambatan yang masih ditemukan.

Hasil refleksi digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki dan menyempurnakan rancangan pembelajaran berikutnya agar semakin responsif terhadap kebutuhan seluruh murid.

Melalui praktik baik Lesson Study ini, diharapkan tumbuh budaya kolaborasi dan refleksi antarguru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengenali kebutuhan murid, menyediakan dukungan yang tepat, dan menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman.

Praktik baik ini menegaskan bahwa pembelajaran inklusif bukan sekadar memberikan perlakuan yang sama kepada semua murid, melainkan memberikan dukungan yang sesuai agar setiap murid memperoleh kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan mencapai potensi terbaiknya.

"Setiap murid memiliki cara belajar, kemampuan, dan potensi yang berbeda. Tugas kita sebagai guru bukan menyeragamkan mereka, tetapi menghadirkan pembelajaran yang mampu merangkul keberagaman. Melalui Lesson Study, pembelajaran berbasis bukti, kolaborasi, dan dukungan teknologi asistif, kita belajar untuk terus memperbaiki diri demi memastikan tidak ada satu pun murid yang tertinggal.

Berbeda kebutuhan, satu kesempatan. Beragam cara belajar, satu tujuan: semua murid dapat belajar dan berkembang."

Beri Rating Cepat

Klik bintang di bawah ini untuk menilai secara anonim.

Diskusi & Ulasan Guru

Silakan login untuk ikut berdiskusi dan memberikan ulasan mendetail.
LOGIN

Memuat Ulasan...

Karya Lainnya di Kategori Ini

Lihat Semua