Kembali ke Galeri
SUCI SUGIARTI

SUCI SUGIARTI

SDIT AR-RIDHO Kota Jakarta Timur, Prov. D.K.I. Jakarta
2

Karya Dipublikasi

16

Total Tayangan

5 (2 Ulasan)

Rata-rata Rating

Portofolio Karya

Video Praktik Baik Thumbnail

INOVASI LITERASI BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENULIS BERBASIS MODAL BERGULIR

1. Latar Belakang Masalah * Penurunan Skor Literasi: Berdasarkan data rapor pendidikan, skor literasi sekolah sempat mengalami penurunan (tercatat turun 3,33% dari tahun sebelumnya), yang menjadi alarm penting untuk segera melakukan perbaikan pembelajaran literasi. * Potensi Siswa yang Belum Terfasilitasi: Siswa sebenarnya memiliki imajinasi dan minat menulis yang sangat tinggi. Namun, pembelajaran konvensional membuat aktivitas menulis hanya berhenti di meja guru—dinilai, diberi angka, lalu disimpan di dalam map arsip tanpa keberlanjutan. * Tantangan Ekosistem: Menulis kerap dianggap sebagai kewajiban mengejar nilai rapor semata, bukan sebagai sebuah proses kreatif yang utuh dan berdampak luas bagi masyarakat. 2. Dampak Praktik Baik * Peningkatan Skor Literasi Sekolah: Pendekatan berbasis proyek penulisan buku terbukti efektif mendongkrak skor rapor pendidikan sekolah hingga mencapai 93,33% pada tahun 2025. * Transformasi Budaya Literasi & Lahirnya Penulis Cilik: Siswa berhasil mentransformasikan draf tulisan mereka menjadi buku ber-ISBN/QRCBN yang nyata dan beredar di masyarakat (seperti antologi cerpen dan komik anak). * Sistem Keuangan Mandiri (Modal Bergulir): Keuntungan penjualan buku diputar kembali sebagai modal untuk penerbitan edisi/angkatan berikutnya, sementara sisa keuntungannya diberikan kepada siswa sebagai bentuk apresiasi tanpa membebani finansial sekolah. * Efek Domino (Menularkan Semangat Guru Lain): Keberhasilan program ini menginspirasi rekan sejawat sesama guru untuk ikut aktif membimbing siswa menulis serta termotivasi menerbitkan karya buku mandiri.

10 | 5
BUKA
Inovasi Pembelajaran Thumbnail

INOVASI LITERASI BERKELANJUTAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENULIS BERBASIS MODAL BERGULIR

1. Latar Belakang Masalah * Penurunan Skor Literasi: Berdasarkan data rapor pendidikan, skor literasi sekolah sempat mengalami penurunan (tercatat turun 3,33% dari tahun sebelumnya), yang menjadi alarm penting untuk segera melakukan perbaikan pembelajaran literasi. * Potensi Siswa yang Belum Terfasilitasi: Siswa sebenarnya memiliki imajinasi dan minat menulis yang sangat tinggi. Namun, pembelajaran konvensional membuat aktivitas menulis hanya berhenti di meja guru—dinilai, diberi angka, lalu disimpan di dalam map arsip tanpa keberlanjutan. * Tantangan Ekosistem: Menulis kerap dianggap sebagai kewajiban mengejar nilai rapor semata, bukan sebagai sebuah proses kreatif yang utuh dan berdampak luas bagi masyarakat. 2. Dampak Praktik Baik * Peningkatan Skor Literasi Sekolah: Pendekatan berbasis proyek penulisan buku terbukti efektif mendongkrak skor rapor pendidikan sekolah hingga mencapai 93,33% pada tahun 2025. * Transformasi Budaya Literasi & Lahirnya Penulis Cilik: Siswa berhasil mentransformasikan draf tulisan mereka menjadi buku ber-ISBN/QRCBN yang nyata dan beredar di masyarakat (seperti antologi cerpen dan komik anak). * Sistem Keuangan Mandiri (Modal Bergulir): Keuntungan penjualan buku diputar kembali sebagai modal untuk penerbitan edisi/angkatan berikutnya, sementara sisa keuntungannya diberikan kepada siswa sebagai bentuk apresiasi tanpa membebani finansial sekolah. * Efek Domino (Menularkan Semangat Guru Lain): Keberhasilan program ini menginspirasi rekan sejawat sesama guru untuk ikut aktif membimbing siswa menulis serta termotivasi menerbitkan karya buku mandiri.