YULLI KHOMSATI ROMDONINGSIH
SMAN 15 Tangerang
6
Dilihat
0
0 Ulasan
Sinopsis & Deskripsi
Latar Belakang
Penguasaan Teknologi tanpa Berpikir Kritis: Murid-murid SMA mahir menggunakan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), namun belum mengimbanginya dengan daya kritis.
Kerentanan di Dunia Digital: Terlihat kecenderungan siswa menelan berita hoaks mentah-mentah, memicu ujaran kebencian di kolom komentar, serta belum menyadari bahaya jejak digital dan dampak sosial dari aktivitas berbagi (share) informasi.
Pembelajaran Terlalu Teoretis: Pembelajaran Informatika pada materi "Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika" berisiko hanya menjadi hafalan definisi jika disampaikan secara ceramah dan teoretis.
Kebutuhan Pengalaman Nyata: Guru ingin murid mengalami langsung proses memvalidasi informasi, mengidentifikasi bias, serta merancang solusi nyata atas isu sosial-digital.
Dampak dari Praktik Baik
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis: Murid secara aktif terlibat dalam investigasi data, mewawancarai teman sejawat, serta belajar membedakan fakta dan opini.
Produk Aksi Nyata yang Edukatif: Menghasilkan karya nyata seperti poster digital edukatif, infografis anti-hoaks, dan video kampanye etika digital untuk mengatasi isu seperti cyberbullying dan penggunaan AI secara etis.
Pembentukan Karakter dan Empati Digital: Pembelajaran berhasil menumbuhkan empati, etika, dan kebijaksanaan siswa dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya sekadar menguasai keterampilan teknis atau coding semata.
Penguasaan Teknologi tanpa Berpikir Kritis: Murid-murid SMA mahir menggunakan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), namun belum mengimbanginya dengan daya kritis.
Kerentanan di Dunia Digital: Terlihat kecenderungan siswa menelan berita hoaks mentah-mentah, memicu ujaran kebencian di kolom komentar, serta belum menyadari bahaya jejak digital dan dampak sosial dari aktivitas berbagi (share) informasi.
Pembelajaran Terlalu Teoretis: Pembelajaran Informatika pada materi "Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika" berisiko hanya menjadi hafalan definisi jika disampaikan secara ceramah dan teoretis.
Kebutuhan Pengalaman Nyata: Guru ingin murid mengalami langsung proses memvalidasi informasi, mengidentifikasi bias, serta merancang solusi nyata atas isu sosial-digital.
Dampak dari Praktik Baik
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis: Murid secara aktif terlibat dalam investigasi data, mewawancarai teman sejawat, serta belajar membedakan fakta dan opini.
Produk Aksi Nyata yang Edukatif: Menghasilkan karya nyata seperti poster digital edukatif, infografis anti-hoaks, dan video kampanye etika digital untuk mengatasi isu seperti cyberbullying dan penggunaan AI secara etis.
Pembentukan Karakter dan Empati Digital: Pembelajaran berhasil menumbuhkan empati, etika, dan kebijaksanaan siswa dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya sekadar menguasai keterampilan teknis atau coding semata.
Beri Rating Cepat
Klik bintang di bawah ini untuk menilai secara anonim.
Diskusi & Ulasan Guru
Silakan login untuk ikut berdiskusi dan memberikan ulasan mendetail.
LOGIN
Memuat Ulasan...