Karya Dipublikasi
Total Tayangan
Rata-rata Rating
Portofolio Karya
Ketika Murid-murid saya menemukan Etika dan Empathy di Dunia Digital
Latar Belakang Penguasaan Teknologi tanpa Berpikir Kritis: Murid-murid SMA mahir menggunakan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), namun belum mengimbanginya dengan daya kritis. Kerentanan di Dunia Digital: Terlihat kecenderungan siswa menelan berita hoaks mentah-mentah, memicu ujaran kebencian di kolom komentar, serta belum menyadari bahaya jejak digital dan dampak sosial dari aktivitas berbagi (share) informasi. Pembelajaran Terlalu Teoretis: Pembelajaran Informatika pada materi "Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika" berisiko hanya menjadi hafalan definisi jika disampaikan secara ceramah dan teoretis. Kebutuhan Pengalaman Nyata: Guru ingin murid mengalami langsung proses memvalidasi informasi, mengidentifikasi bias, serta merancang solusi nyata atas isu sosial-digital. Dampak dari Praktik Baik Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis: Murid secara aktif terlibat dalam investigasi data, mewawancarai teman sejawat, serta belajar membedakan fakta dan opini. Produk Aksi Nyata yang Edukatif: Menghasilkan karya nyata seperti poster digital edukatif, infografis anti-hoaks, dan video kampanye etika digital untuk mengatasi isu seperti cyberbullying dan penggunaan AI secara etis. Pembentukan Karakter dan Empati Digital: Pembelajaran berhasil menumbuhkan empati, etika, dan kebijaksanaan siswa dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya sekadar menguasai keterampilan teknis atau coding semata.