Kembali ke Galeri
AAN DARWATI

AAN DARWATI

SMP Negeri 3 Lakbok Kab. Ciamis, Prov. Jawa Barat
1

Karya Dipublikasi

6

Total Tayangan

5 (1 Ulasan)

Rata-rata Rating

Portofolio Karya

Inovasi Pembelajaran Thumbnail

Digital Storytelling melalui Food Tray

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menyediakan konteks belajar autentik yang dapat menghubungkan pembelajaran bahasa dengan pengalaman sehari-hari siswa. Menanggapi meningkatnya penekanan pada pengajaran bahasa berbantuan teknologi, artikel ini mengkaji penggunaan vlogging kolaboratif sebagai strategi digital storytelling untuk menumbuhkan keterampilan menulis dan berbicara bahasa Inggris sekaligus mengembangkan karakter. Penelitian dilakukan terhadap 26 siswa kelas VIII di sebuah sekolah menengah pertama melalui pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa menggunakan telepon pintar untuk mendokumentasikan, menarasikan, dan merefleksikan makanan bergizi harian mereka dalam bahasa Inggris. Proses pembelajaran terdiri atas tiga tahap yang saling terkait. Pada tahap praproduksi, siswa menyusun naskah deskriptif dan memperkaya kosakata terkait gizi dan pola makan sehat. Pada tahap produksi, siswa berkolaborasi membuat video vlog sehingga dapat melatih pelafalan, kelancaran berbicara, interaksi lisan, dan kepercayaan diri dalam komunikasi autentik. Tahap pascaproduksi mencakup penayangan video, umpan balik teman sebaya, refleksi diri, dan diskusi kelas untuk memperkuat kemahiran berbahasa sekaligus pembelajaran reflektif. Temuan menunjukkan bahwa digital storytelling kolaboratif menciptakan kesempatan bermakna untuk menggunakan bahasa secara autentik di luar aktivitas kelas konvensional. Hasil kuantitatif memperlihatkan peningkatan yang substansial: keterampilan menulis bahasa Inggris naik dari 59,00 menjadi 81,77 (selisih 22,77), sedangkan keterampilan berbicara naik dari 54,65 menjadi 81,77 (selisih 27,12). Penilaian karakter autentik juga menunjukkan perkembangan yang sangat tinggi pada nilai-nilai karakter yang dinilai, yaitu tanggung jawab, kerja sama, rasa hormat, empati, rasa syukur, dan percaya diri, dengan skor rata-rata keseluruhan 3,73 dari 4,00. Temuan ini mengindikasikan bahwa memadukan program sekolah yang didukung pemerintah dengan pembelajaran bahasa berbasis teknologi dapat memperkaya kompetensi kebahasaan siswa sekaligus mengembangkan kepribadian secara utuh. Penelitian ini menawarkan model yang praktis dan dapat diadaptasi untuk mengintegrasikan digital storytelling dalam pembelajaran bahasa Inggris, yaitu dengan mengubah pengalaman sekolah sehari-hari menjadi sumber belajar bermakna yang mendukung perkembangan bahasa, literasi digital, dan pendidikan karakter.